Belajar versus Bermain

"Budi.. yuk kita main lagi" teriak si Anto di depan rumah Budi dengan harapan si Budi bergegas keluar rumahnya untuk bermain..

ternyata ibunya Budi yang keluar sambil teriak juga.. "gak bisa.. Budi harus belajar gak boleh mainan terus".. Anto pun sedih, tapi ternyata Budi lebih sedih, bisa terlihat dari wajahnya yang sempat terlihat di jendela ketika ibunya keluar memarahi Anto..

mm.. kejadian di atas saya karang sendiri. Bukan kejadian nyata. Tapi hal serupa sering sekali terjadi. Dunia bermain anak sering terhalang oleh kewajiban belajar.



Belajar sangatlah penting bagi anak. Karena "belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagai menulis di atas air". Belajar di waktu kecil akan lebih lengket dan tahan lama dibanding ketika tua.
Tapi ingattt!!.. anak-anak dunianya adalah bermain. Jadi mengapa tidak kita gabungkan saja? bermain sambil belajar, belajar sambil bermain. Anak bahagia, kecerdasan pun bertambah. Mereka belajar dengan penuh suka cita. Dan mereka paham dengan lebih mudah, karena mereka belajar di dunia mereka.

Jadi kita harus pandai mengemas sebuah pelajaran serasa sebuah permainan. Bahkan hanya dengan mengganti kata "belajar" menjadi "bermain" pun bisa membuat anak tidak takut dengan pelajaran.

Misalnya : ‘Yuk..sekarang kita bermain hitung-hitungan"
bandingkan dengan "yuk sekarang kita belajar matematika"

tentu anak-anak akan memilih bermain hitung-hitungan, dibanding harus belajar matematika.. iya kan? padahal ya sama aja.. sama sama belajar bagaimana cara menghitung.. tapi setelah dikemas sesuai dunia mereka, maka mereka akan lebih enjoy untuk menjalaninya..

dan masih banyak cara lain untuk bisa memasukkan pelajaran ke dunia mereka yaitu bermain..

selamat mencoba..!!!

www.nida-edutoys.co.cc

Artikel yang Berhubungan



Comments (2)

X KANOPI

January 21, 2011 at 5:41 PM

Kalau menurut saya (sebagai salah satu pengamat pendidikan di Kota Malang Jawa TImur), Anak SD kelas 1 hingga kelas 5, memang sebaiknya menghabiskan waktu dengan lebih banyak bermain...

Yang terpenting bukan BANYAK BELAJAR (KUANTITAS jam belajar), melainkan KUALITAS WAKTU BELAJAR pada anak.

Silahkan kunjungi kami di www.xkanopi.blogspot.com

Abu Nida'

January 21, 2011 at 7:11 PM

makasih atas kunjungannya

iya.. kuantitas belajar tidak menjamin kualitas belajar akan lebih bagus.. bahkan untuk anak2 justru cenderung menurunkan kualitas belajar.. apalagi jika materinya berat..

mudah2an ke depannya kualitas pendidikan anak-anak kita semakin baik, sehingga mampu bersaing di dunia internasional.

o iya, yg terpenting itu pendidikan agama. jd jangan lupakan point ini..

makasih

Post a Comment