Showing posts with label Dunia Anak. Show all posts
Showing posts with label Dunia Anak. Show all posts

Duh..Si Kecil Malas Sikat Gigi

Si Kecil semakin hari semakin tumbuh dan berkembang. Dulunya giginya yang cuma satu, sekarang sudah berbaris rapi, selalu terlihat jika dia senyum. Senangnya...

Tapi.. hobinya itu yang bikin cemas. Coklat, permen, es krim, pokoknya yang manis-manis selalu saja ada di genggamannya. Tapi giliran disuruh sikat gigi, luar biasa susahnya. Kalau begini terus, bisa-bisa giginya persis waktu saya masih kecil..he..

Terkadang sih saya berpikir "ah..biarin aja, kan masih gigi susu ntar masih ada gigi dewasa lagi kok". Hati pun jadi lebih tenang jika berpikir begitu..

Tapi ternyata..




Meskipun masih gigi susu, tetap saja harus dijaga. Karena banyak fungsinya. Diantaranya :
- Untuk berbicara, padahal usia segitu kan lagi perlu banyak belajar kata. Kalau giginya kropos bahkan tandus (he..istilah baru) akan susah melatih pengucapan yang baik dan benar.
- makan, kalau ga ada gigi kan susah makannya.
- Mempertahankan lengkung rahang supaya gigi tetap mendapat tempat yang cukup pada saat tumbuh.

nah..siapa yang masih mau meremehkan gigi susu?? apalagi kalau dikaitkan dengan kePDan si kecil, kan kasian kalau dia lagi asyik ketawa tiba-tiba tetangga nyeletuk "iiihh..giginya kenapa itu".. spontan mulutnya langsung ditutup dan suara tawanya pun perlahan menghilang trus dia berpaling. Yup, dia malu, minder, atau bahkan tersinggung.

Jangan sampai ini terjadi pada buah hati kita. Yuk kita kerahkan segala kemampuan kita untuk terus membiasakan buah hati kita untuk sikat gigi. Diantara cara yang perlu kita coba adalah :
Belikan dia sikat gigi khusus anak-anak, bahkan biarkan dia yang memilih.

Sediakan lebih dari satu sikat gigi, sehingga apabila dia bosan dengan yang ini, dia bisa pilih yang itu.

Sikat gigi lah bersamanya. Jika perlu biarkan dia menyikat gigi kita, kita menyikat giginya. Bergantian, kita sikat giginya, dia sikat gigi kita. Ini membuat kegiatan sikat gigi menjadi lebih mengasyikkan bagi anak.

Ajak dia balapan sikat gigi "ayo kita balapan sikat gigi...!!!". Anak akan terpacu semangatnya untuk memenangkan balapan. Tapi ingat ya.. kita jangan sampai menang..!! harus si kecil yang menang. Supaya besok jika diajak balapan lagi dia tambah semangat..


nah..jika sudah begitu, bikin jadwal sikat gigi untuk anak.

o iya.. untuk awal sebaiknya jangan langsung pakai odol ya. Tapi jika mau, kasih sedikit saja. Karena kebanyakan anak-anak tidak suka rasa odol meskipun odol rasa buah-buahan.

mungkin itu sedikit tips dari saya.. mudah-mudahan bisa diterapkan dan si kecil jadi suka sikat gigi.

dan yang paling penting, ortunya juga harus rajin sikat gigi. titik.

NB : saya belum punya anak lho ya, jadi kalau tulisan di atas menggambarkan seolah saya udah punya anak, maka itu hanya ilustrasi saja. Murni khayalan, tapi bisa saja terjadi pada orang lain.

o iya.. mohon do'anya ya untuk istri saya yang sedang hamil 5bulan. mudah-mudahan semuanya lancar.. amin

terimakasih, dan jangan lupa tinggalkan komentar ya.

NB : gambar diambil dari dentiadental.com

Baca Selengkapnya......

Belajar versus Bermain

"Budi.. yuk kita main lagi" teriak si Anto di depan rumah Budi dengan harapan si Budi bergegas keluar rumahnya untuk bermain..

ternyata ibunya Budi yang keluar sambil teriak juga.. "gak bisa.. Budi harus belajar gak boleh mainan terus".. Anto pun sedih, tapi ternyata Budi lebih sedih, bisa terlihat dari wajahnya yang sempat terlihat di jendela ketika ibunya keluar memarahi Anto..

mm.. kejadian di atas saya karang sendiri. Bukan kejadian nyata. Tapi hal serupa sering sekali terjadi. Dunia bermain anak sering terhalang oleh kewajiban belajar.



Belajar sangatlah penting bagi anak. Karena "belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu tua bagai menulis di atas air". Belajar di waktu kecil akan lebih lengket dan tahan lama dibanding ketika tua.
Tapi ingattt!!.. anak-anak dunianya adalah bermain. Jadi mengapa tidak kita gabungkan saja? bermain sambil belajar, belajar sambil bermain. Anak bahagia, kecerdasan pun bertambah. Mereka belajar dengan penuh suka cita. Dan mereka paham dengan lebih mudah, karena mereka belajar di dunia mereka.

Jadi kita harus pandai mengemas sebuah pelajaran serasa sebuah permainan. Bahkan hanya dengan mengganti kata "belajar" menjadi "bermain" pun bisa membuat anak tidak takut dengan pelajaran.

Misalnya : ‘Yuk..sekarang kita bermain hitung-hitungan"
bandingkan dengan "yuk sekarang kita belajar matematika"

tentu anak-anak akan memilih bermain hitung-hitungan, dibanding harus belajar matematika.. iya kan? padahal ya sama aja.. sama sama belajar bagaimana cara menghitung.. tapi setelah dikemas sesuai dunia mereka, maka mereka akan lebih enjoy untuk menjalaninya..

dan masih banyak cara lain untuk bisa memasukkan pelajaran ke dunia mereka yaitu bermain..

selamat mencoba..!!!

www.nida-edutoys.co.cc

Baca Selengkapnya......